Friday, 18 May 2012
Home
Brita Terbaru

Brita Terbaru

Berpuasa sepanjang hari memang menyebabkan badan merasa lemas. Akibatnya, tak sedikit orang yang ingin mengembalikan kesegaran tubuh dengan minuman tonik atau minuman berenergi setelah berbuka.

Namun, ahli gizi menyarankan agar tidak mengasup minuman energi setelah berbuka. "Setelah puasa tubuh membutuhkan cairan untuk membersihkan dan mengisi kembali tubuh serta menyesuaikan dengan tingkat gula darah," kata Dr Khalid Madani, pengawas umum dari Departemen Gizi di Departemen Kesehatan Saudi Arabia seperti dikutip dari Arab News.

Minuman berenergi tinggi gula dan kafein penyebab masalah kesehatan seperti gangguan ginjal, kerusakan hati, dan diabetes. Konsumsi minuman tonik juga menyebabkan badan mengalami gejala seperti lelah, pusing, gelisah, dan sakit kepala parah.

Air merupakan minuman yang paling dianjurkan saat berbuka. Sebuah riset dari Nova Southeastern University Florida yang terbit dalam jurnal Doctors and Sportsmedicine menyimpulkan minuman energi menimbulkan efek merugikan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar terus menerus. Minuman energi mengandung 505 mg kafein dalam 355 ml atau setara dengan 14 kaleng soda.

Angka ini jauh lebih tinggi dari ambang batas kafein yang diperbolehkan Badan Obat dan Makanan AS (FDA) sebesar 71 mg dalam 355 ml.000  Selain itu, kandungan gula dan taurin minuman energi sangat tinggi.

Stephanie Ballard, seorang peneliti AS mengatakan ada bukti minuman ini berkontribusi untuk berat badan dan beberapa penyakit lainnya. "Banyak orang berpikir bahwa seseorang tidak dapat overdosis pada kafein. Tetapi, konsumsi kafein terlalu banyak bisa menyebabkan ketegangan, mengantuk dan gugup, osteoporosis, penyakit jantung, masalah vaskuler, komplikasi usus dan bahkan kematian," ujarnya.

Selama Ramadan, minuman berenergi laris manis di kawasan Timur Tengah. Permintaan minuman penambah tenaga tersebut mengalami kenaikan permintaan.


Selengkapnya...
 
PEMUTIHAN BATTRA RAMUAN

Gambaran kehidupan bangsa indonesia telah banyak diwarnai dengan kemunculan tokoh-tokoh masyarakat yang ikut menyehatkan warga sekitar dengan keahliannya mengobati penyakit. Mereka ini memiliki kepandaian yang rata rata diturunkan dari nenek moyangnya dan amat khusus dalam hal memperoleh, menurunkan ilmu pengobatan. Ketika belum sempat diwariskan ilmu pengobatannya maka bersama jasadnya yang terkubur terkuburlah semua ilmu pengobatannya. Menyadari akan pentingnya ilmu pengobatan warisan nenek moyang maka ASPETRI sebagai wadah berkumpulnya para pengobat berperan melanggengkan semua metode pengobatan dari seluruh indonesia, melalui pendidikan dan pelatihan yang diwajibkan bagi anggotanya guna meningkatkan standar pendidikan agar dapat diakui masyarakat, pemerintah. Kehadiran pengobat akan semakin dirasakan dengan bertambahnya predikat keprofesian yang kompeten dan handal.

Maksud dan tujuan
Meningkatkan standar kompetensi profesi pengobat dari tingkat pratama (tingkat dasar) sampai ke tingkat madia(berijin praktek mandiri) .
Adanya kejelasan status dengan tingkat kompetensi profesi tertentu.
Sebagai ujud keseriusan asosiasi untuk menertipkan tingkat kompetensi anggotanya agar  masyarakat terlayani dengan sebaik baiknya

Sebagai battra tingkat madia memiliki kompetensi untuk :
1.    Berpraktek secara mandiri maupun secara kolektif di rumah sehat alami
2.    Membimbing dan mengawasi pengobat tingkat pratama yang membantu di rumah sehat alami
3.    Mendapatkan penugasan untuk melayani masyarakat di puskesmas yang memiliki instalasi 

       kesehatan tradisional
4.    Bagi pengobat madia yang sudah mendapatkan pembekalan nara sumber dan instruktur akan

       menerima penugasan sebagai pengajar

Syarat peserta didik program pemutihan:
1.    Anggota aspetri
2.    Telah berpraktek menggunakan ramuan tradisional indonesia minimum 2 tahun dengan berbagai 

       kasus gangguan kesehatan yang ditangani minimum 10 gangguan kesehatan
3.    Pemdidikan minimum smp
4.    Sanggup menyelesaikan semua pendidikan
5.    Menunjukkan sikap aktif/proaktif, kreatif, selama mengikuti program pendidikan
6.    Sanggub bekerja sama dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan tugas tugas yang diberikan instruktur
7.    Tidak sedang menjalani perawatan kesehatan yang serius ysng berakibat terganggunya kegiatan belajar

Fasilitas yang didapat
1.    Sertifikat kompetensi bagi yang lolos uji kompetensi
2.    Buku modul
3.    Akomodasi
4.    Training kit
5.    Foto bersama angkatan pendidikan

Selengkapnya...
 
Tanaman Obat Indonesia
Tanaman Obat Indonesia
 
Koleksi Video

vidoe

 

 
Profil Aspetri
Profil Aspetri
 
Gallery Photo Aspetri
Gallery Photo Aspetri
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 7 dari 8

Profil Aspetri

User Online

Saat ini ada 1 tamu online

Registrasi Anggota